AI Sebagai Partner : Memanfaatkan AI untuk Belajar
AI Sebagai Partner : Memanfaatkan AI untuk Belajar, Pekerjaan & Hidup Sehari-hari
Kecerdasan Buatan (AI) bukan lagi teknologi masa depan. Ada yang berkata bahwa AI bukan sekedar perubahan tapi ”revolusi”. AI sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan mulai mengubah cara kita belajar, bekerja, berkomunikasi, mencari informasi, membuat keputusan, hingga mengembangkan usaha. Mereka yang memahami cara memanfaatkan AI akan mampu bekerja lebih cepat, belajar lebih efektif, menghasilkan ide-ide baru, dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Sebaliknya, mereka yang tidak mengikuti atau mempergunakan dengan baik berisiko semakin tertinggal karena perubahan teknologi berlangsung jauh lebih cepat dari yang kita bayangkan.
AI bisa dijadikan sebagai partner, bukan pengganti. Bagaimana memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas, kreativitas, kualitas pelayanan, dan kehidupan sehari-hari. Tidak diperlukan latar belakang IT atau kemampuan pemrograman, tapi kemauan untuk belajar dan bertumbuh bersama perkembangan zaman.
Untuk itu, Yayasan Auxano Indonesia Muda akan menyelenggarakan training gratis dengan topik " AI Sebagai Partner : Memanfaatkan AI untuk Belajar, Pekerjaan & Hidup Sehari-hari” pada hari Sabtu, 4 Juli 2026, Pkl 09.30 – 12.00 WIB.
Sharing akan dibawakan oleh Bapak Edo Alfiyanus yang saat ini Product Lead & Head of Operation at Qoala dan Ketua Yayasan Auxano Indonesia Muda.
Topik yang akan dibawakan adalah 1 Memahami AI dan peluangnya 2. Prompting yang efektif 3. Penerapan AI secara praktis 4. Etika, batasan, dan best practices 5. Live Demo & Tanya Jawab
Training ini GRATIS dan terbuka untuk semua kalangan, pelajar, mahasiswa, karyawan, pengusaha / entrepreneur, pekerja sosial, ibu rumah tangga atau atau siapa saja yang ingin terus belajar
Untuk mendapatkan sertifikat training, wajib mendaftar dulu ke link berikut ini
Kita hidup di era perubahan cepat, bahkan eksponensial. Teknologi, AI (Artificial Intelligence), ekonomi, model bisnis, dan cara manusia bekerja berubah semakin cepat dan saling memengaruhi. Kebutuhan jenis pekerjaan terus berubah, kompetensi baru bermunculan, dan ada berbagai peluang bisnis yang tidak terpikirkan sebelumnya. Di tengah perubahan ini, tantangannya bukan sekadar mengikuti perkembangan, tetapi mampu membaca perubahan, beradaptasi, dan menemukan peluang di dalamnya.
Di dunia kerja maupun dunia usaha, kemampuan saja tidak lagi cukup. Tapi perlu ada kesempatan dan untuk itu perlu dipercaya. Banyak orang yang pintar, tetapi tidak semua mendapatkan kesempatan. Mengapa? Karena kesempatan paling sering diberikan kepada orang yang dipercaya. Kepercayaan adalah "mata uang" yang membuka pintu promosi, proyek penting, kepemimpinan, bahkan relasi yang membawa seseorang bertumbuh lebih cepat
Anak muda (termasuk pelajar & mahasiswa) akan memasuki dunia kerja yang sangat berbeda dengan beberapa tahun lalu. Perkembangan kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, digitalisasi, dan perubahan teknologi yang begitu cepat telah mengubah kebutuhan dunia industri. Gelar akademik saja tidak lagi cukup.
Di era AI dan perubahan yang begitu cepat, sukses tidak hanya ditentukan oleh IPK atau kemampuan teknis. Karakter yang kuat, kompetensi yang terus berkembang, dan karya yang berdampak menjadi kunci untuk tetap relevan di dunia kerja.
Di era media sosial, banyak anak muda hidup dalam tekanan untuk terlihat sukses, produktif, dan selalu selangkah lebih maju dari orang lain. Karier, bisnis, jabatan, penghasilan, dan pencapaian sering menjadi ukuran utama keberhasilan. Namun kenyataannya, tidak sedikit orang yang terlihat sukses di luar tetapi merasa lelah, kosong, dan kehilangan arah di dalam. Pertanyaannya bukan lagi sekadar "Bagaimana saya bisa sukses?"