From Purpose to Sustainable Business: Membangun Usaha yang Bertumbuh dan Berdampak
Banyak anak muda hari memiliki cita-cita, ide kreatif, dan semangat besar untuk memulai usaha, tapi berhenti di tengah jalan. Banyak faktor penyebab, salah satu tidak tahu bagaimana mengubah “purpose” menjadi bisnis yang berkelanjutan. Ada yang terjebak pada tren sesaat, ikut-ikutan, atau hanya fokus pada “viral” tanpa fondasi yang kuat. Akibatnya, usaha tidak bertahan, tidak menghasilkan, bahkan menimbulkan kelelahan dan kekecewaan.
Di era yang penuh peluang sekaligus persaingan ini, yang dibutuhkan bukan hanya keberanian untuk memulai, tetapi strategi untuk bertahan, bertumbuh, dan menghasilkan dampak nyata. Bagaimana melihat bisnis dengan perspektif yang lebih matang? bagaimana menguji ide? membangun model bisnis yang sehat? mengelola realita (bukan sekadar mimpi? Dll Mengolah purpose menjadi sistem yang menghasilkan, relevan dengan kebutuhan pasar, dan membawa dampak bagi orang lain.
Untuk itu, Yayasan Auxano Indonesia Muda, akan menyelenggarakan training gratis dengan topik "From Purpose to Sustainable Business: Membangun Usaha yang Bertumbuh dan Berdampak" pada hari Sabtu, 11 Aprill 2026, Pkl 09.30 – 12.00 WIB.
Sharing akan dibawakan Ibu Vincent Yusti adalah Co-Founder dan CEO PT. Bumi Herbs Oditi Bali (B·H·O·B), wirausahawan dengan lebih dari 15 tahun pengalaman lintas empat industri : respons kemanusiaan (NGO), Branding Kreatif (PH), Food & Beverage, dan Herbal Wellness. Berlatar belakang seni dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Bu Vincent membangun karier yang tidak linear namun terstruktur, di mana setiap fase mengajarkan kapasitas yang dibutuhkan fase berikutnya. Di bawah kepemimpinannya, B·H·O·B telah meraih penghargaan berbagai penghargaan seperti BCA Bangga Lokal Akademi Vol. 5 dan hadir di panggung internasional Trade Expo Indonesia, Den Haag (Belanda), dan Osaka World Expo 2025 (Jepang).
T opik yang akan dibawakan adalah 1. Berawal dari Masalah Nyata, Bukan Sekadar Ide 2. Membangun Diferensiasi di Tengah Persaingan 3. Disiplin Eksekusi: Dari Ide ke Operasional. 4. Resilience & Adaptasi: Kunci Bertahan dan Naik Level dan Tanya Jawab
Training ini GRATIS dan terbuka untuk semua kalangan, pelajar, mahasiswa, karyawan, pengusaha / entrepreneur, pekerja sosial, ibu rumah tangga atau atau siapa saja yang ingin terus belajar
Untuk mendapatkan sertifikat training, wajib mendaftar dulu ke link berikut ini
Kecerdasan Buatan (AI) bukan lagi teknologi masa depan. Ada yang berkata bahwa AI bukan sekedar perubahan tapi ”revolusi”. AI sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan mulai mengubah cara kita belajar, bekerja, berkomunikasi, mencari informasi, membuat keputusan, hingga mengembangkan usaha. Mereka yang memahami cara memanfaatkan AI akan mampu bekerja lebih cepat, belajar lebih efektif, menghasilkan ide-ide baru, dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Di era media sosial, banyak anak muda hidup dalam tekanan untuk terlihat sukses, produktif, dan selalu selangkah lebih maju dari orang lain. Karier, bisnis, jabatan, penghasilan, dan pencapaian sering menjadi ukuran utama keberhasilan. Namun kenyataannya, tidak sedikit orang yang terlihat sukses di luar tetapi merasa lelah, kosong, dan kehilangan arah di dalam. Pertanyaannya bukan lagi sekadar "Bagaimana saya bisa sukses?"
Di ruang operasi rumah sakit, ada banyak situasi yang tidak terlihat oleh orang awam. Dokter, perawat, dan seluruh tim medis harus bekerja dengan tenang di tengah suasana yang penuh risiko dan ketidakpastian. Kondisi pasien bisa berubah tiba-tiba. Bagaimana tetap fokus dan tidak panik. Sedikit saja kehilangan fokus atau emosi yang tidak terkendali dapat berdampak besar terhadap keselamatan pasien.
Di tengah dunia yang berubah cepat, banyak orang sibuk menjalani aktivitas tetapi kehilangan arah hidup yang jelas. Banyak anak muda merasa bingung menentukan tujuan, mudah terpengaruh tren, kehilangan semangat, bahkan merasa tidak cukup baik ketika membandingkan diri dengan orang lain di media sosial. Di sisi lain, tekanan ekonomi, perubahan dunia kerja, perkembangan teknologi, dan persaingan hidup membuat banyak orang hidup sekadar rutinitas dan bertahan.
Kisah HP Nokia yang kalah dan hilang dari peredaran menjadi kisah yang dibahas. Anak Gen Z dan Alpha sudah hanya cerita tentang Nokia. Hal yang sama terjadi pada kamera Kodak, teh Sariwangi, 7 Eleven, Jamu Nyonya Meener, dan banyak lain. Kampus yang dulu terkenal dan ramai, sudah makin sepi dan mau tutup. Perubahan itu pasti, teknologi, dunia kerja, dan persaingan bergerak begitu cepat.